Yulia Sulistiyo Rini
Hanya Aku dan Tulisanku.
Kamis, 15 Januari 2026
Perpisahan Membuat Kita Bersatu
Minggu, 09 November 2025
Ubi Pembawa Mimpi
Tia selalu membawa bekal dalam tas gendong miliknya. Karena setiap kali jam makan siang ia langsung menyantapnya. Kali ini bekal Tia sedikit berbeda. Biasanya ia hanya membawa roti dan susu, namun kali ini ia sangat semangat memasak. Ia pun membuat bekal berisi nasi daun jeruk, udang krispi, beserta telur mata sapi. Tidak hanya itu, ia pun membuat jus semangka.
"Aku semangat sekali hari ini! Menu bekalku sudah siap yipi." (ucap Tia dengan girang)
Setelah menyiapkan bekal makanan miliknya, ia pun bergegas menyiapkan diri untuk berangkat ke kantor.
"Ma, Tika berangkat ke kantor dulu."
"Iya, hati-hati ya nak."
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh."
Perjalanan menuju kantor cukup jauh sehingga ia berangkat lebih pagi setiap harinya.
Pagi ini seperti biasa Tia pergi bekerja dengan mengendarai sepeda motor kesayangannya.
Ia nampak menikmati setiap harinya. Senyumnya merekah, hatinya gembira, mulutnya senantiasa bernyanyi sembari menikmati suasana jalanan yang penuh pepohonan sejuk memandang.
Tiba di tengah perjalanan Tia bertemu dengan seorang anak kecil. Terlihat anak kecil itu mengenakan pakaian merah-putih yang artinya pakaian sekolah dasar. Sambil menggendong tas dan memegang plastik hitam ia duduk di pinggir jembatan. Wajah lelahnya tak bisa bohong.
Tia pun berhenti dan menghampiri anak kecil itu.
"Halo dek, mau sekolah ya? Kenapa duduk sendirian?" (dengan nada lembut Tia bertanya"
"Iya kaka. Biasa saya memang sendiri."
"Sekolahnya masih jauh ya? Mari kakak antar."
"Sekolah sudah dekat kaka, itu diseberang."
Tia melihat ke arah plastik hitam yang dipegang anak itu. Rasa penasaran Tia membuatnya melanjutkan perbincangan.
"Nama adik siapa?"
"Saya nama Pinus."
"Oh Pinus. Pinus bawa apa di kantong plastik itu?"
"Emm, ini sarapan."
"Wah, Mama Pinus sudah buat sarapan enak buat Pinus. Pinus bawa sarapan apa?" (sambil tersenyum)
"Ini kaka. Ubi bakar"
Tia terkejut dan terdiam melihat isi bekal sarapan Pinus yang ternyata sebuah ubi bakar.
"Pinus setiap hari bawa bekal ubi?"
"Iya kaka. Ubi sudah biasa. Kata Mama, ini sudah nikmat yang Tuhan beri. Jadi setiap nikmat harus kita syukuri."
Air mata Tia tidak dapat ditahan. Ia tidak kuasa menahan tangis pagi itu. Ia pun bergegas mengambil bekal miliknya dan memberikan kepada Pinus.
"Pinus, tadi kakak buat bekal lebih. Jadi ini buat pinus. Tuhan yang titipkan ini lewat kakak untuk pinus, diterima yah."
"Kaka, ini benar dari Tuhan? Terima kasih Tuhan. Pinus senang sekali." (merasa gembira)
"Pinus sarapan ya, kakak pergi dulu karena harus berangkat bekerja."
"Terima kasih kaka. Hati-hati di jalan." (melambaikan tangan dan senyum bahagia)
Tia akhirnya berpamitan dengan Pinus. Melihat Pinus gembira, Tia merasa terharu. Sepanjang jalan Tia tidak berhenti menangis. Tia merasa bahwa selama ini ia kurang bersyukur. Rupanya banyak orang di luar sana yang jauh dari kata cukup, tetapi mampu untuk tidak mengeluh.
***
Kita selalu beranggapan bahwa setiap hal selalu kurang dan tidak cukup. Rupanya itu hanya tentang cara pandang kita dalam meihat nikmat yang Tuhan berikan. Banyak nikmat yang sering kali kita abaikan. Contoh kecil adalah jika kita tidak menyukai suatu makanan, maka kita tidak akan memakannya. Dibalik itu, banyak pihak yang kita kesampingkan. Ayah yang sudah bekerja keras, Ibu yang sudah memasak makanan, bahkan banyak orang yang menginginkan untuk bisa makan dengan layak.
Dibalik cerita ini, semoga kita semua menjadi orang yang mampu untuk selalu bersyukur.
.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com
Senin, 29 September 2025
Hidup adalah Belajar
"Apa yang telah engkau pelajari ihwal
kehidupan hingga saat ini?"
~ Jawabannya:~
Aku banyak belajar untuk semakin mengenal 'diriku' setiap harinya.
Belajar menyikapi masalah dengan
semakin tenang dan tidak gegabah.
Belajar mengerti arti berjuang yaitu
menuju versi terbaik diri
(menjadi lebih baik dari diriku yang dahulu).
Belajar untuk menerima dan
berdamai dengan keadaan.
Belajar memahami setiap orang yang aku temui serta mengafirmasi bahwa
'setiap orang adalah baik dan memiliki kebaikannya tersendiri untukku'.
Belajar memaafkan serta mendo'akan kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain.
Hidup adalah wadah belajar bagiku.
Banyak hal yang telah terjadi dan
cukup menjadi ceritaku.
Jika tiba saat aku menepi dan sulit untuk dicari,
artinya aku sedang menghadapi revisi
tentang kehidupanku.
Barangkali ada yang salah atau kurang sesuai sehingga perlu untuk kuperbaiki.
Semua dapat kuselesaikan, jadi tenanglah.
.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com
Selasa, 12 Agustus 2025
LAPIS LEGIT & KENANGAN MASA KECIL
Ini tentang sebuah cerita yang mengingatkanku
pada hari-hari nan indah di masa lalu.
Lapis legit.
Ya, salah satu jajanan manis ini kerap kali
membuatku menitihkan air mata.
Mengapa demikian?
Lapis legit menjadi jajanan yang mewarnai masa kecilku.
Bukan soal harga, rasa atau bentuknya.
Tapi tentang keringat orang tuaku yang selalu menghadiahkan lapis legit tiap kali pergi ke supermarket.
Mengingat rumah dan tempat lapis legit
begitu jauh jaraknya.
Tiap kali yang dibelikan untukku selalu lapis legit. Terlebih jika kenaikan kelas atau kemenanganku dalam suatu perlombaan.
Tentu lapis legit menjadi simbol hadiah dari orang tuaku.
Aneka rasa telah kucoba sedari kecil.
Pada tiap gigitannya tersimpan
kehangatan dan kebahagiaan.
Rasanya bukan sekadar manis, tapi penuh cerita, tawa dan cinta kasih.
Sekian banyak jajanan
bagiku lapis legit begitu sederhana
namun membekas pada ingatan dan jiwaku.
Dia lapis legit.
Terselip memori dalam lapisannya.
Legitnya telah mencuri hatiku serta menghanyutkan dalam tiap gigitannya.
.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com
Rin(du) Toko Buku
Buku selalu saja
memikat para mata
dimanapun ia
berada.
Seperti mereka
yang tak letih
memenuhi barisnya
di toko buku.
Aroma segar nampak
menyelimuti
ruangan itu.
Huaahhh ...
Rasanya tak ingin
beranjak
bila telah sampai
tempat itu.
Aku selalu merindu.
Rindu suasana toko buku.
Rindu aroma buku
yang baru
dibuka dari plastiknya.
.
📍Gramedia Jayapura
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com
Buku Tak Pernah Keliru
Buku memberiku
banyak pelajaran.
Tentang arti
Kesabaran
Keihklasan
Kebahagiaan
Kesabaran.
Sabar dalam
meniti lembar
demi lembar.
Keikhlasan.
Ikhlas apabila
ditemui di dalamnya
tak sejalan dengan
pikiran pembaca.
Kebahagiaan.
Bahagia bila menemukan
buku yang ternyata
separuh hati
yang hilang.
Buku tak pernah keliru
memilih penbacanya.
Hanya saja,
Si pembaca yang sering
keliru memilih buku apa
yang hendak ia baca.
.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com
Minggu, 10 Agustus 2025
Rupanya Bukan 'Dia' Orangnya
Waktu pernah memperlihatkanku
pada 'mereka'
yang pernah bersama.
Ya.
Aku pernah melihat
beberapa pasangan yang anggapku
sangat bernilai
antara satu sama lain.
Luar biasa.
Sang wanita sungguh indah dan
menawan hati.
Sang lelaki berjiwa pemimpin dan
penuh kasih pada wanitanya.
Satu yang ingin kukatakan.
Mereka sungguh sempurna
saat bersama.
Namun ...
Rupanya aku salah.
Mereka tidak sesempurna itu
dimata semesta.
Ego masih menggerogoti
jiwa antara satu dengan lainnya.
Sulit memilih antara prinsip diri
atau kebahagiaan bersama.
Dan,
Ya.
Kini tiba masing-masing
telah berakhir
masa bersamanya.
Sebagian telah ditemukan dengan
separuh hati abadinya.
Sebagian masih menikmati dirinya.
Kalian pernah segaris
mengisi untaian manis.
Saling kagum hingga meringis,
Tanpa sadar saling mengiris.
Semua tinggal 'memori',
yang pasti
akan terputar kembali
dalam sanubari.
Inilah hidup.
Semua berjalan tanpa
aba-aba.
Tak apa.
Percayalah.
Pasti ada
yang terbaik diantara
yang baik.
.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com
Perpisahan Membuat Kita Bersatu
Di sebuah desa di daerah Jawa, terdapat pasangan suami istri yang memiliki dua orang anak perempan yang bernama Sari dan Sarah. Pasangan sua...
-
Jangan sedih saat kamu merasa terbuang. Bangkitkan semangat untuk terus berjuang. In Syaa Allah kamu pasti akan menang. . đź–‹rinibahagiaa.blo...
-
Tia selalu membawa bekal dalam tas gendong miliknya. Karena setiap kali jam makan siang ia langsung menyantapnya. Kali ini bekal Tia sedikit...
-
Ini tentang sebuah cerita yang mengingatkanku pada hari-hari nan indah di masa lalu. Lapis legit. Ya, salah satu jajanan manis ini kerap kal...