Sabtu, 04 Juli 2020

Cegah COVID-19, Mahasiswa KKN DR ARSO 3 IAIN Fattahul Muluk Papua Kenalkan Hand Sanitizer Herbal dari Daun Sirih

Corona Virus Disease (COVID-19) dinyatakan sebagai pandemi per tanggal 11 Maret 2020 oleh World Health Organization (WHO), hal ini berarti penyebaran virus tersebut telah mencapai skala global. Seluruh dunia kini tengah mengalami kondisi yang dapat dikatakan zona kekhawatiran yang tinggi termasuk Indonesia, tidak terkecuali Papua yang merupakan wilayah paling timur. Papua merupakan salah satu wilayah yang cukup tinggi kasus positif COVID-19. Data per tanggal 2 Juli 2020 menunjukkan kasus positif COVID-19 mencapai 1916 orang, pasien sembuh sebanyak 870 orang dan pasien yang meningal dunia sebanyak 16 orang.

Tingginya kasus COVID-19 di Papua membuat masyarakat semakin khawatir apabila beraktifitas di luar rumah, terutama bagi masyarakat di Kota Jayapura. Fenomena tingginya kasus penyebaran COVID-19 membuat mahasiswa Kelompok KKN DR ARSO 3 IAIN Fattahul Muluk Papua berinisiaif melaksanakan kegiatan pembuatan hand sanitizer dengan bahan herbal non alkohol dan 100% alami yaitu menggunakan daun sirih.

Pembuatan hand sanitizer dari daun sirih oleh kelompok KKN DR ARSO 3

Kegiatan pembuatan hand sanitizer berbahan dasar daun sirih diselenggarakan di lokasi yang menjadi tempat penelitian Kelompok KKN DR ARSO 3 yaitu di RT 04/RW 07, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Beberapa anggota kelompok KKN DR ARSO 3 mendemonstrasikan cara pembuatan hand sanitizer daun sirih, kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja Kelompok KKN DR ARSO 3 yang sasaran utamanya adalah masyarakat di sekitar wilayah tersebut.

Antusiasme masyarakat RT 04/RW 07 dalam kegiatan pembuatan hand sanitizer
bersama KKN DR ARSO 3

Harapan mahasiswa Kelompok KKN DR ARSO 3 IAIN Fattahul Muluk Papua, kegiatan pembuatan hand sanitizer dengan berbahan daun sirih tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat kepada seluruh pihak yaitu mengenalkan hand sanitizer yang alami non alkohol serta mudah dalam proses pembuatannya. Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga merupakan salah satu upaya dalam mendorong masyarakat untuk semakin meningkatkan kesadaran diri mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri, seksama hingga lingkungan agar terhindar dari bahaya COVID-19.
.
Hamadi, 02 Juli 2020
Lokasi : RT 04/RW 07, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua.

.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com
Instagram : @rinibahagiaa
X : @rinibahagiaa
E-mail : yuliasulistiyorini09@gmail.com

Minggu, 14 Juni 2020

Berbeda Perspektif

Sebuah objek dengan cara pandang yang berbeda.

Ya, nampak jelas ketiga gambar tersebut adalah satu yang terbagi menjadi tiga persektif. 

Ada yang tanpa menggunakan penambahan efek (normal), ada yang menggunakan penambahan efek a yang membuatnya menjadi  terlihat lebih cerah, dan ada pula yang menggunakan penambahan efek b sehingga membuatnya menjadi  sedikit lebih gelap. Semua memiliki nilai tersendiri bagi si penikmatnya.

Ya, permisalan efek pada gambar di atas dapat kita kaitkan pula dalam hidup kita. Suatu hal yang terlihat oleh masing-masing individu belum tentu sama persis antara satu sama lain. Tentu ada hal yang tak serupa walau kecil sekalipun. Nah, berbeda perspektif adalah hal yang lumrah.

Berusahalah meyakinkan dahulu perspektif diri sendiri. Apabila ingin melihat perspektif orang lain, janganlah jadikan hal tersebut kaca yang berfungsi sebagai media pembanding. Namun, cukuplah untuk menerima dan memahami bahwa hal tersebut merupakan salah satu dari banyaknya warna yang terlukis dalam hidup kita.

-I luv me, Myself and I-

.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

Minggu, 31 Mei 2020

L A R A

Kita pernah bersama menatap secangkir kopi,
sebelum akhirnya jaraklah yang tiba
mengukir retak.

Kini sang waktu telah hadirkan sepi yang pilu.
Membuat rindu kian lahir dengan sendiri.

Setiap detik pasti mampu menorehkan cerita.
Kuberikan sebuah makna dalam bingkai permisalan.

Antara Kau dan Senja.
Keduanya sosok istimewa yang mampu
getarkan jiwa.

.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

Sabtu, 30 Mei 2020

Memoar Senjaku

Mendamaikan rasa,
memang tak sesempurna yang tengah terjelma.

Menentramkan gulana,
tak sekeras angin menerpa.

Kupikir sebatas telinga ini yang mendengar,
namun mengapa jantung berdebar-debar?

Padahal yang kutatap adalah kemilau senja,
namun mengapa yang terbaca adalah cinta?

.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

Jumat, 29 Mei 2020

(Rin)du

"(RIN) du"

"Apa kau tau sudah berapa lama kusimpan
rindu ini?"

"Entah .. 
Aku pun tak tahu sudah berapa lama??"

"Namun .."

"Semesta pernah berbisik lembut 
padaku"

"Rindu telah kutanamkan dalam 
sanubari setiap insan
sebelum mereka mengenal dunia."

.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

Jodoh adalah Cerminan Dirimu

"Jodohmu 
adalah 
cerminan dirimu."

"Berusahalah memperbaiki diri 
agar jodohmumu kelak adalah 
orang yang memperbaiki diri pula."

"Walaupun kalian pernah berada
dalam jeratan masa lalu yang buruk."

"Namun kini kalian sama-sama
memperjuangkan ridho 
Allah Subhanahu Wa Ta'ala."

.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

Senin, 27 April 2020

Pandemi Melanda Apakah Ini Sebuah Nestapa?


Pandemi Melanda Apakah Ini Sebuah Nestapa?

Oleh: Yulia Sulistiyo Rini
(Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam IAIN Fattahul Muluk Papua)


Ku lihat ibu pertiwi,
Sedang bersusah hati,
Air Matanya berlinang.

Penggalan lirik tersebut seakan sesuai untuk menampakkan kepiluan Negara Indonesia saat ini. Bahkan tak hanya Indonesia, kini dunia pun seakan diselimuti oleh awan kelabu yang amat pekat. Kehidupan seakan terhenti, bak seonggok batu besar yang tergeletak bersama lumut yang semakin lama kian menutupi permukaan batu tersebut.

Analogi sederhananya seonggok batu besar tersebut adalah bumi kita ini dan lumut yeng menyelimutinya adalah virus yang tengah merongrong dunia saat ini yaitu corona virus (COVID-19). Virus corona berasal dari bahasa latin ‘corona’ yang berarti mahkota, sebab bentuknya yang serupa dengan mahkota. Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada Desember 2019 lalu sebelum akhirnya menjadi pandemi dunia. Virus ini dengan mudahnya menyerang manusia dengan gejala ringan namun mematikan, tak kenal pria maupun wanita, tua renta ataupun balita, kaya maupun hamba sahaya.

Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak pandemi Covid-19 salah satunya di ufuk timur bumi cendrawasih yang saya tinggali ini ya disini Papua lah tempatnya. Sebagai masyarakat sekaligus mahasiswa yang tinggal dan menetap disini, kekhawatiran tak henti-hentinya menghampiri terlebih saat peningkatan kasus positif di Jayapura yang semakin marak. Hal tersebut seakan mengekang diri serta menghentikan segala aktivitas di luar ruangan (outdoor).

Covid-19 memaksa seluruh instansi pemerintahan, pendidikan, sektor perekonomian serta sektor lainnya di Jayapura untuk menata diri agar mampu menyelarasi dinamika pada masa pandemi ini yaitu pemberlakuan lockdown. Tidak hanya wilayah perkotaan seperti di Jayapura, pembatasan sosial berskala besar juga digalakkan di wilayah kabupaten, distrik bahkan hingga ke pedesaan.

Semua kalangan kini merasakan derai nestapa yang tak kunjung ada akhirnya. Segala aktivitas kini tidak dapat dilakukan secara maksimal, hal tersebut dilakukan sebagai upaya pemberlakuan social distancing guna mencegah penyebaran pandemi ke seluruh wilayah tanpa terkecuali.

Keadaan di Kota Jayapura hingga Kabupaten Keerom kini berubah hingga 360 derajat. Perubahan yang sangat signifikan kini telah memobilisasi berbagai ranah penting di wilayah ini, seperti halnya:
1.   Instansi pendidikan sebagai sarana menuntut ilmu
     generasi muda kini tak aktif lagi
    Sebagai mahasiswa, hal yang paling dirasakan yaitu pada saat jadwal perkuliahan yang awalnya berlangsung secara tatap muka kini telah berubah menjadi tatap layar kamera (online). Aktivitas belajar mengajar di kampus kini telah menjadi study from home. Buku-buku online alias e-book serta berbagai jurnal online kini menjadi primadona mahasiswa sebagai penunjang tugas perkuliahan, kini smartphone pun telah menjadi genggaman wajib bagi setiap mahasiswa tak hanya untuk chatting namun sebagai media perkuliahan.

2.   Pembatasan pelayanan  di berbagai sektor perekonomian
    Sektor ekonomi pun terkena imbas akibat adanya pandemi, misalnya supermarket, minimarket, pertokoan hingga toko kelontong kini telah diberlakuan pembatasan jadwal pelayanan transaksi jual-beli, waktu berjualan yang awalnya dari pagi hingga malam kini beralih hanya sampai siang hari dan maksimal hingga petang. Tak hanya itu, pasar yang sebelumnya menjadi tempat sumber mata pencaharian masyarakat, kini tak lagi ramai. Akibatnya banyak penjual mengalami penurunan omset yang sangat drastis.

3.   Tidak diperkenankan melakukan mudik
   Banyak kawan saya yang sebagian besar mahasiswa dan tinggal diluar Jayapura kini tidak bisa melaksanakan ibadah puasa bahkan hari raya idul fitri bersama keluarga, tentu karena pandemi ini lah sebabnya. Pemerintah menghimbau agar melakukan social distancing karena dikhawatirkan mereka dapat membawa virus hingga ke kampung halaman, sehingga perlu adanya pencegahan tersebut.

4.   Menjalani Ramadhan from home
  Sebelum pandemi COVID-19 melanda, apabila datang bulan suci Ramadhan semua umat muslim menyambut dengan penuh rasa syukur dan suka cita. Kini keadaan tak lagi sama baik di kota maupun di desa, rutinitas bulan Ramadhan hanya dilakukan di rumah. Tidak ada tarawih di masjid, tidak ada tadarus ramai-ramai, bukber hingga sahur on the road kini pun telah ditiadakan. Seyogianya aktivitas dilakukan di rumah masing-masing dan tidak ada interaksi sosial.

Sebagian besar masyarakat ada yang ber-statement kenapa sih semuanya harus dilakukan di rumah? Kita kan belum terkena virus corona? Sebagai mahasiswa sekarang kita tidak bisa berkumpul bersama keluarga dong?

Segala sesuatu yang dilakukan pasti memiliki andil dalam pemberlakuannya, hal tersebut diharapkan mampu untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang semakin pesat. Dapat dibayangkan jika ditengah pandemi ini aktivitas tetap berjalan normal tidak ada physical distancing, pekerjaan dan proses belajar mengajar tetap dilakukan secara tatap muka, apakah hal tersebut tidak membuat peluang penyebaran virus semakin besar? Lantas apabila perilaku tersebut dilakukan secara kontinu apakah tidak mungkin kita yang mulanya sehat dapat terjangkit virus?

Sesungguhnya Allah SWT telah menjawab segala sesuatu perkara melalui firmannya: “Bila jadi engkau membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan bisa jadi engkau menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Q.S. Al-Baqarah ayat 216).

Diberikannya himbauan serta aturan diharapkan khalayak mampu untuk patuh terhadapnya. Sebelum diberlakukannya pembatasan interaksi sosial hingga stay from home ini tentu telah ada hal-hal penting lainnya yang telah dipertimbangkan oleh pemerintah, baik pusat hingga daerah.

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur”. (Q.S. Ibrahim ayat 5).

Allah SWT menghendaki kepada kita semua untuk senantiasa bersabar, seperti halnya menghadapi pandemi saat ini. Mari tingkatkan kualitas ibadah kita, walau stay at home jangan jadikan ibadahnya belum-belum. Sebagai mahasiswa ayo tingkatkan integritas diri dengan senantiasa semangat menjalani perkuliahan secara online. Kita semua akan mampu melewati masa sulit ini dengan penuh solidaritas melawan pandemi yang tengah melanda dengan stay at home, study from home and work from home. Sami’na wa atho’na (kami dengar dan kami taat).

Stay healthy and keep strong :)

.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

Sabtu, 08 Februari 2020

Kasih dan Sayang

Kasih Sayang. 

Bagiku Kasih dan Sayang merupakan untaian indah yang diberikan tanpa perlu terbalas bahkan berakhir.

Sosok istimewa yang terbesit di hatiku saat mendengar kata "Kasih" dan "Sayang" adalah "Orang Tua". 

Ibu wanita hebat yang selalu mengasihi si kecil ini sedari masih dalam kandungan beliau, hingga dewasa.

Ayah lelaki perkasa yang selalu menyayangi hingga berkorban demi kebahagiaan si kecil nya dan keluarga yang sangat beliau cintai.

Sungguh kasih sayang yang sangat nyata dan tak akan mampu membalas segalanya. Jadi, satu hal penting yang harus diingat "Kasihi" dan "Sayangi" kedua "Orang Tua" kita. 

Do'akan yang terbaik agar selalu sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Aamiin Yaa Robbal'Aalaamiin.

.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

Rabu, 05 Februari 2020

Ke[Labu]

Pagi ku kelabu.
Hati menggerutu,
tanpa ada seorang pun tahu.
Butuhku sandaran bahu
tuk berbagi sedikit susahku.

Apa kau mau..?

Huhuu..

Ya aku tahu
bahwa kau tak akan mau.

.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

MALAM

Malam mengajarkan banyak hal dalam  kehidupan. (i) Malam  yang mudah  berlalu. - Maknanya; Kesulitan hari ini akan terganti  bahagia   esok ...