Selasa, 30 Juli 2019

KEKAGUMAN berujung PELAMINAN

Karya: Yulia Sulistiyo Rini

Hari-hariku tak seindah dongeng 1001 malam. Dimana seorang putri ijuk dapat bersanding dengan pangeran. Wkwkwk.. aku ini hanya wanita biasa yang memiliki banyak kekurangan. Hmm... bahkan bagiku tak ada sedikitpun sesuatu yang spesial dalam diriku.
Ya dan inilah aku, namaku Hana. Aku adalah seorang wanita biasa. Wajahku tak secantik wanita lainnya, bahkan aku itu sangat pemalu orangnya. Tak ada sesuatu yang spesial pada diriku yang mampu membuat setiap orang terkesan denganku.
Aku hanya seorang guru ngaji di desaku. Walau tak seberapa penghasilan yang aku dapatkan, namun aku selalu bahagia setiap bertemu dengan murid-muridku. Hari-hariku aku lalui dengan penuh rasa syukur kepada Allah. Karena Allah telah memberikan kesempatan kepadaku untuk mengamalkan sedikit ilmu yang aku miliki.
Aku tak sehebat ustazah terkenal lainnya. Namun, aku hanya ingin menjadi seseorang yang dapat bermanfaat bagi orang lain yaa contohnya untuk anak muridku. Saat aku melihat senyum tawa diwajah anak muridku.. disitulah aku menemukan arti kebahagiaan. Bahwa hal kecil yang selalu kita syukuri itulah kebahagiaan yang sesungguhnya.
Usiaku 23 tahun.. Yaah tak jarang banyak orang yang selalu menanyakan pertanyaan “kapan nikah Hana?”. Huuhh.. sedih tau dengarnya.. bahkan bukan hanya orang dewasa saja tuh yang nanyain, anak muridku pun sering bilang “Ustazah kapan menikah?”. Yaa Allah ini cobaan banget yah bagi aku. Memang sih di daerahku wanita seusiaku rata-rata sudah menikah. Yaa itukan mereka bukan aku.. memangnya menikah semudah beli gorengan apa.. Huuufftt..
Selain pertanyaan “Kapan nikah?” tak jarang pula banyak cibiran tetangga yang aku dapatkan. Seperti “lihat tuh Hana belum nikah, gak laku apa dia.. temannya udah pada nikah semua padahal”. Aaakkhhh... Yaa Allah kuatkan hambamu ini...
Aku mencoba sabar dan kuat dalam menghadapi hidup ini. Kalau untuk masalah jodoh… semua aku serahkan kepada Allah. Intinya dia adalah sosok laki-laki yang sholeh serta taat dalam beragama dan dapat membimbing aku yang penuh dengan kekurangan ini. Eaaakkk… puitis banget yah hehehe…
***
Cinta Pertama dari Allah
Aku selalu menghabiskan waktuku untuk mendatangi majelis ilmu di daerahku, yah.. selain mencari ilmu.. siapa tahu kan ketemu jodoh eehh.. hehehe..
Suatu hari aku ingin menghadiri majelis ilmu di daerahku, aku sangat bersemangat sekali nih karena dengar-dengar sih Ustadznya sangat cerdas serta lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Maa Syaa Allah… dan katanya masih muda pula.. hehe.. aku pun semakin tak sabar ingin menerima ilmu baru dari beliau.
Karena sangat bersemangatnya aku, aku pun bergegas pergi ke majelis ilmu tersebut. Acara itu bertempat di masjid di dekat rumahku. Karena tidak ingin terlambat aku pun terburu-buru hingga akhirnya aku tersandung.. yaahh.. ceroboh banget sih aku.
“Aduhhh.. Astaghfirullah…” (kataku)
Tiba-tiba ada suara lelaki terdengar dari belakang…
“Ukhty.. Ukhty tidak papa?” (kata lelaki itu)
“Oh iya Akhi saya tidak papa. Hanya keseleo sedikit”. (jawabku)
“Lain kali hati-hati ya Ukhty.. Maaf saya permisi duluan ya..” (kata lelaki itu)
“Iya Akhi.. Syukron”. (jawabku lagi)
Deeeggggg… seketika aku tak tahu kenapa.. tiba-tiba hati ini serasa bergetar.. Bayangin kayak sinetron FTV hehehe… Yaa Allah... siapa dia? Apakah dia jodoh yang engkau kirim untukku? Mulai deh pikiranku melayang aneh-aneh.
“Eh kok aku malah kepikiran dia sih Astaghfirullah.. aku kan harus ke majelis.. aku harus cepat nih.. gak mau ketinggalan”. (ujarku)
Akhirnya aku tiba di masjid tempat kajian dan Alhamdulillah tidak terlambat. Namun aku dibuat terkejut lagi, ternyata Ustadz pengisi kajian adalah lelaki yang aku temui saat tersandung tadi… Yaa Allah.. inikah kuasamu..
Namanya lelaki itu Ustadz Muhammad Ibrahim. Ia sangat cerdas sekali, penyampaian materinya sangat mengagumkan. Selain cerdas, tampan serta sholeh, ia adalah seorang hafidz 30 Juz Maa Syaa Allah sempurna sekali sih...
“Yaa Allah apakah seorang wanita biasa yang memiliki banyak kekurangan dapat bersanding dengan lelaki seperti dirinya? Dan apakan hati ini jatuh cinta pada pandangan pertama?” (ucapku dalam hati)
Setelah kajian Ustadz Ibrahim selesai, entah mengapa aku merasa sangat sedih. Yah.. ini berarti aku tak bisa bertemu dengan dirinya lagi.. Huhuhu.. Kok malah mellow gini sih..
“Yaa Allah apakah mungkin aku dapat bertemu dengan Ustadz Ibrahim lagi?” (bisikku dalam hati sembari sedih).
Hari-hariku pun berlalu seperti biasa dan tak ada yang berubah. Hingga tiba disaat aku dating menghadiri acara syukuran dirumah sahabatku yang bernama Fatimah.
Allah memang Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui. Ternyata di rumah sahabatku itu aku bertemu dengan Ustadz Ibrahim yang merupakan sepupu dari sahabatku Fatimah. Yaa Allah tidak ada yang dapat menghalau takdirmu. Jika engkau telah berkehendak maka semua dapat terjadi.
Beberapa hari setelah acara dirumah sahabatku itu, aku pun dihubungi oleh Fatimah yang mrngatakan bahwa ia beserta Ustadz Ibrahim dan keluarganya akan datang kerumahku. Sontak aku kaget mendengarnya.. Semua ini seakan mimpi.
Akhirnya tibalah hari dimana Ustadz Ibrahim, sahabatku Fatimah dan keluarganya datang kerumah. Dan Yaa Allah ternyata.... Ustadz Ibrahim berniat meminang diriku... Yaa Allah... Allahu Akbar..
“Maaf sebelumnya.. Niat saya datang kerumah bapak dan ibu adalah ingin meminang anak bapak dan ibu yang bernama Hana untuk menjadi istri saya. Saya telah tertarik kepada anak bapak dan ibu sejak pertama berjumpa dengannya, dan saya telah mendengar banyak cerita dari sepupu saya Fatimah mengenai Hana. In syaa Allah Hana adalah sosok wanita sholehah yang dipilihkan oleh Allah untuk menjadi pasangan hidup saya. Oleh sebab itu, saya memberanikan diri untuk langsung meminang Hana tanpa menunggu waktu lama”. (kata Ustadz Ibrahim)
Ucapan Ustadz Ibrahim sangat tulus. Tanpa berpikir panjang akhirnya aku pun menerima lamaran Ustadz Ibrahim. Ia adalah sosok yang aku idamkan sejak pertama bertemu dengannya. Aku sempat tak percaya jika ia dapat memilih wanita seperti diriku. Namun, Allah lah yang membuat sesuatu yang tidak mungkin dapat menjadi mungkin.
Setelah proses lamaran antara diriku dengan Ustadz Ibrahim berlangsung, 3 bulan kemudian kami pun melakukan pernikahan. Hal yang benar-benar tak pernah aku sangka sebelumnya.. Seorang Ustadz yang aku jatuh hati padanya sejak pandangan pertama, kini Allah jadikan ia sosok seorang suami bagiku. Allah yang telah mempertemukan kami dan Allah pula yang menyatukan kami. Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allah Akbar...Jangan pernah merasa do’a-do’amu tak mungkin terkabul, namun yakinlah dan tanamkan dalam hatimu bahwa do’a-do’amu pasti dikabulkan oleh Allah. Bukankan Allah Maha Berkehendak? Jika Allah telah berkehendak, maka tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

MALAM

Malam mengajarkan banyak hal dalam  kehidupan. (i) Malam  yang mudah  berlalu. - Maknanya; Kesulitan hari ini akan terganti  bahagia   esok ...