Minggu, 09 November 2025

Ubi Pembawa Mimpi

Tia selalu membawa bekal dalam tas gendong miliknya. Karena setiap kali jam makan siang ia langsung menyantapnya. Kali ini bekal Tia sedikit berbeda. Biasanya ia hanya membawa roti dan susu, namun kali ini ia sangat semangat memasak. Ia pun membuat bekal berisi nasi daun jeruk, udang krispi, beserta telur mata sapi. Tidak hanya itu, ia pun membuat jus semangka.


"Aku semangat sekali hari ini! Menu bekalku sudah siap yipi." (ucap Tia dengan girang)


Setelah menyiapkan bekal makanan miliknya, ia pun bergegas menyiapkan diri untuk berangkat ke kantor. 


"Ma, Tika berangkat ke kantor dulu."


"Iya, hati-hati ya nak."


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh."


Perjalanan menuju kantor cukup jauh sehingga ia berangkat lebih pagi setiap harinya.

Pagi ini seperti biasa Tia pergi bekerja dengan mengendarai sepeda motor kesayangannya.

Ia nampak menikmati setiap harinya. Senyumnya merekah, hatinya gembira, mulutnya senantiasa bernyanyi sembari menikmati suasana jalanan yang penuh pepohonan sejuk memandang.


Tiba di tengah perjalanan Tia bertemu dengan seorang anak kecil. Terlihat anak kecil itu mengenakan pakaian merah-putih yang artinya pakaian sekolah dasar. Sambil menggendong tas dan memegang plastik hitam ia duduk di pinggir jembatan. Wajah lelahnya tak bisa bohong. 

Tia pun berhenti dan menghampiri anak kecil itu.


"Halo dek, mau sekolah ya? Kenapa duduk sendirian?" (dengan nada lembut Tia bertanya"


"Iya kaka. Biasa saya memang sendiri."


"Sekolahnya masih jauh ya? Mari kakak antar."


"Sekolah sudah dekat kaka, itu diseberang."


Tia melihat ke arah plastik hitam yang dipegang anak itu. Rasa penasaran Tia membuatnya melanjutkan perbincangan.


"Nama adik siapa?"


"Saya nama Pinus."


"Oh Pinus. Pinus bawa apa di kantong plastik itu?"


"Emm, ini sarapan."


"Wah, Mama Pinus sudah buat sarapan enak buat Pinus. Pinus bawa sarapan apa?" (sambil tersenyum)


"Ini kaka. Ubi bakar"


Tia terkejut dan terdiam melihat isi bekal sarapan Pinus yang ternyata sebuah ubi bakar.


"Pinus setiap hari bawa bekal ubi?"


"Iya kaka. Ubi sudah biasa. Kata Mama, ini sudah nikmat yang Tuhan beri. Jadi setiap nikmat harus kita syukuri."


Air mata Tia tidak dapat ditahan. Ia tidak kuasa menahan tangis pagi itu. Ia pun bergegas mengambil bekal miliknya dan memberikan kepada Pinus.


"Pinus, tadi kakak buat bekal lebih. Jadi ini buat pinus. Tuhan yang titipkan ini lewat kakak untuk pinus, diterima yah."


"Kaka, ini benar dari Tuhan? Terima kasih Tuhan. Pinus senang sekali." (merasa gembira)


"Pinus sarapan ya, kakak pergi dulu karena harus berangkat bekerja."


"Terima kasih kaka. Hati-hati di jalan." (melambaikan tangan dan senyum bahagia)


Tia akhirnya berpamitan dengan Pinus. Melihat Pinus gembira, Tia merasa terharu. Sepanjang jalan Tia tidak berhenti menangis. Tia merasa bahwa selama ini ia kurang bersyukur. Rupanya banyak orang di luar sana yang jauh dari kata cukup, tetapi mampu untuk tidak mengeluh.


***

Kita selalu beranggapan bahwa setiap hal selalu kurang dan tidak cukup. Rupanya itu hanya tentang cara pandang kita dalam meihat nikmat yang Tuhan berikan. Banyak nikmat yang sering kali kita abaikan. Contoh kecil adalah jika kita tidak menyukai suatu makanan, maka kita tidak akan memakannya. Dibalik itu, banyak pihak yang kita kesampingkan. Ayah yang sudah bekerja keras, Ibu yang sudah memasak makanan, bahkan banyak orang yang menginginkan untuk bisa makan dengan layak.


Dibalik cerita ini, semoga kita semua menjadi orang yang mampu untuk selalu bersyukur.


.

đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

Senin, 29 September 2025

Hidup adalah Belajar

"Apa yang telah engkau pelajari ihwal

kehidupan hingga saat ini?"


~ Jawabannya:~


Aku banyak belajar untuk semakin mengenal 'diriku' setiap harinya.

Belajar menyikapi masalah dengan 

semakin tenang dan tidak gegabah.

Belajar mengerti arti berjuang yaitu 

menuju versi terbaik diri 

(menjadi lebih baik dari diriku yang dahulu).

Belajar untuk menerima dan 

berdamai dengan keadaan.

Belajar memahami setiap orang yang aku temui serta mengafirmasi bahwa 

'setiap orang adalah baik dan memiliki kebaikannya tersendiri untukku'.

Belajar memaafkan serta mendo'akan kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain.


Hidup adalah wadah belajar bagiku.

Banyak hal yang telah terjadi dan 

cukup menjadi ceritaku.

Jika tiba saat aku menepi dan sulit untuk dicari,

artinya aku sedang menghadapi revisi 

tentang kehidupanku.

Barangkali ada yang salah atau kurang sesuai sehingga perlu untuk kuperbaiki.


Semua dapat kuselesaikan, jadi tenanglah.


.

đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

Selasa, 12 Agustus 2025

Lapis Legit & Kenangan Masa Kecil

Ini tentang sebuah cerita yang mengingatkanku

pada hari-hari nan indah di masa lalu.


Lapis legit.

Ya, salah satu jajanan manis ini kerap kali 

membuatku menitikkan air mata.


Mengapa demikian?


Lapis legit menjadi jajanan yang mewarnai masa kecilku.

Bukan soal harga, rasa atau bentuknya.

Tapi tentang keringat orang tuaku yang selalu menghadiahkan lapis legit tiap kali pergi ke supermarket.

Mengingat rumah dan tempat lapis legit 

begitu jauh jaraknya.


Tiap kali yang dibelikan untukku selalu lapis legit. Terlebih jika kenaikan kelas atau kemenanganku dalam suatu perlombaan.

Tentu lapis legit menjadi simbol hadiah dari orang tuaku.


Aneka rasa telah kucoba sedari kecil.

Pada tiap gigitannya tersimpan 

kehangatan dan kebahagiaan.

Rasanya bukan sekadar manis, tapi penuh cerita, tawa dan cinta kasih.


Sekian banyak jajanan 

bagiku lapis legit begitu sederhana 

namun membekas pada ingatan dan jiwaku.


Dia lapis legit.

Terselip memori dalam lapisannya.

Legitnya telah mencuri hatiku serta menghanyutkan dalam tiap gigitannya.


.

đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

Rin(du) Toko Buku

Buku selalu saja

memikat para mata

di mana pun ia

berada.


Seperti mereka 

yang tak letih

memenuhi barisnya 

di toko buku.


Aroma segar tampak

menyelimuti 

ruangan itu.


Huaahhh ...


Rasanya tak ingin 

beranjak

bila telah sampai

tempat itu.


Aku selalu merindu.

Rindu suasana toko buku.

Rindu aroma buku

yang baru

dibuka dari plastiknya.


.

📍Gramedia Jayapura

đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

Buku Tidak Pernah Keliru

Buku memberiku 

banyak pelajaran.

Tentang arti

Kesabaran

Keikhlasan

Kebahagiaan


Kesabaran.

Sabar dalam 

meniti lembar

demi lembar.


Keikhlasan.

Ikhlas apabila

ditemui di dalamnya

tak sejalan dengan

pikiran pembaca.


Kebahagiaan.

Bahagia bila menemukan

buku yang ternyata

separuh hati

yang hilang.


Buku tak pernah keliru

memilih pembacanya.

Hanya saja,

Si pembaca yang sering

keliru memilih buku apa 

yang hendak ia baca.


.

📍Perpustakaan Kecil di Rumah

đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

Minggu, 10 Agustus 2025

Rupanya Bukan 'Dia' Orangnya

Waktu pernah 

memperlihatkanku 

pada 'mereka' 

yang pernah 

bersama.


Ya. 

Aku pernah melihat

beberapa pasangan 

anggapku, sangat bernilai 

antara satu sama lain.


Luar biasa.

Sang wanita sungguh indah dan 

menawan hati.

Sang pria berjiwa pemimpin dan 

penuh kasih pada wanitanya.


Satu yang ingin kukatakan.

Mereka sungguh sempurna

saat bersama.


Namun ...


Rupanya aku salah.


Mereka tidak sesempurna itu 

dimata semesta.


Ego masih menggerogoti

jiwa antara satu dengan lainnya.

Sulit memilih antara prinsip diri

atau kebahagiaan bersama.


Dan,


Ya.

Kini tiba masing-masing 

telah berakhir

masa bersamanya.


Sebagian telah ditemukan dengan 

separuh hati abadinya.

Sebagian masih menikmati dirinya.


Kalian pernah segaris

mengisi untaian manis.

Saling kagum hingga meringis,

Tanpa sadar saling mengiris.


Semua tinggal 'memori', 

yang pasti 

akan terputar kembali

dalam sanubari.


Inilah hidup.


Semua berjalan tanpa 

aba-aba.

Tak apa.

Teruslah percaya.

Pasti ada 

yang terbaik di antara 

yang baik.


.

đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

Sabtu, 09 Agustus 2025

Masa yang Lalu

Kita tidak pernah tahu

dan tidak akan pernah tau

tentang masa depan seseorang bahkan

diri kita sendiri. 


Seburuk atau sebaik apapun seseorang di masa lalu, tidak menjamin hal yang sama untuk ke depannya.


Tuhan adalah aktor terbaik dalam kehidupan.


» Don't judge a book by it's cover «


Barangkali kalimat fenomenal tersebut 

telah menjadi dasar bahwa 

setiap orang memiliki perjalanan hidupnya

masing-masing.


Sesama makhluk Tuhan tidak pantas untuk merendahkan dan memandang sebelah mata

kepada lainnya,

hanya bila berdasar tolak ukur masa lalunya.


.

đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

Kamis, 07 Agustus 2025

KAMU PASTI BISA

Jangan sedih saat kamu merasa terbuang.
Bangkitkan semangat untuk terus berjuang.
In Syaa Allah kamu pasti akan menang.

.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

MALAM

Malam mengajarkan banyak hal dalam  kehidupan. (i) Malam  yang mudah  berlalu. - Maknanya; Kesulitan hari ini akan terganti  bahagia   esok ...