Selasa, 15 Maret 2016

Laporan Hasil Pengamatan Usaha Purwodadi Meubel

LAPORAN HASIL PENGAMATAN USAHA “PURWODADI MEUBEL”

Disusun Oleh : 

          1. Puji Lestari
          2. Umi Masrokhah
          3. Uswatun Khasanah
          4. Yulia Sulistiyo Rini 

MADRASAH ALIYAH PERSIAPAN NEGERI KEEROM
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
--------------------------------------------------------------------------
BAB I
PENDAHULUAN 

A.   Latar Belakang Masalah
      Latar belakang penulisan objek penelitian ini adalah ingin mengetahui sejarah dan perkembangan dari usaha “Purwodadi Meubel” secara terperinci dan lebih luas. Selain itu, penulis juga ingin memperkenalkan produk serta perkembangan usaha “Purwodadi Meubel” yang masih terus berjalan hingga saat ini dengan sukses.
 
B.   Rumusan Masalah
    Agar persoalan serta sejarah “Purwodadi Meubel” dapat terbukti secara lebih efektif dan rinci, maka diperoleh rumusan masalah sebagai berikut :
1.   Bagaimana asal usul nama dan sejarah berdirinya
      usaha “Purwodadi Meubel”?
1.   Bagaimana perkembangan produksi usaha
      “Purwodadi Meubel”?
2.   Apa saja produk yang dihasilkan oleh usaha
      “Purwodadi Meubel”?
3.   Bagaimana teknik pewarnaan yang digunakan
      dalam produk yang dihasilkan oleh usaha
      “Purwodadi Meubel”? 

C.   Tujuan Penulisan
       Tujuan penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1.   Untuk mengetahui asal usul nama dan sejarah
      perkembangan usaha “Purwodadi Meubel”.
2.   Untuk mengetahui perkembangan produksi dari
      usaha “Purwodadi Meubel”.
3.   Untuk mengetahui apa saja produk yang diproduksi
      oleh usaha “Purwodadi Meubel”.
4.   Untuk mengetahui bagaimana teknik pewarnaan
      produk yang diproduksi oleh usaha 
      “Purwodadi Meubel”. 

D.   Metode Penulisan
       Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1.   Observasi
      Observasi adalah metode penulisan dengan cara
      mendatangi langsung lokasi usaha yang akan diteliti
      secara langsung.
2.   Interview
      Interview adalah metode penulisan dengan cara
      wawancara dan tanya jawab secara langsung
      dengan pemilik usaha yang diteliti.
3.   Kepustakaan
      Kepustakaan adalah metode penulisan dengan cara
      mencatat dan mengumpulkan data-data dari hasil 
      objek studi yang diteliti secara tertulis. 
--------------------------------------------------------------------------
BAB II
PEMBAHASAN 

USAHA PURWODADI MEUBEL

A.   Profil Usaha
Nama Usaha     : Purwodadi Meubel
Pemilik             : Bapak Sarno
Bentuk Usaha   : Usaha kecil menengah (Perorangan)
Berdirinya         : 2004
Alamat              : Jalur 2B Arsopura 

B.   Asal Usul Usaha Purwodadi Meubel
      Asal usul usaha “Purwodadi Meubel”  berawal pada saat Bapak Sarno pemilik usaha ini membeli produk dari meubel lain sekitar pada tahun 2000. Kemudian pada tahun 2004 dengan tekad yang kuat dan ketekunannya Bapak Sarno mulai mendirikan sendiri usaha meubel miliknya sendiri dan langsung merekrut tukang-tukang yang handal. Dari situlah usaha meubel Bapak Sarno mulai terbentuk dan dinamakan “Purwodadi Meubel”. Dinamakan “Purwodadi Meubel” karena sang pemilik usaha yaitu Bapak Sarno berasal dari Purwodadi, Jawa Tengah.

C.   Alat dan Bahan
    Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan berbagai produk dalam usaha “Purwodadi Meubel” ini antara lain :
1.   Kayu;
2.   Sekap;
3.   Bor;
4.   Gergaji;
5.   Gerinda;
6.   Amplas;
7.   Kompresor;
8.   Cat;
9.   Plitur, dll.

D.   Teknik Pewarnaan Produk
       Untuk memperindah warna produk yang dihasilkan digunakan teknik plitur dengan berbagai macam warna sesuai dengan keinginan konsumen. Cat-cat yang digunakan untuk mewarnai produk meubel ini adalah cat yang terbaik, dan proses pengecatannya pun  dilakukan menggunakan mesin yang bernama kompresor.

E.   Perkembangan Usaha Purwodadi Meubel
1.   Produk yang Dihasilkan
   Produk yang dihasilkan oleh usaha “Purwodadi Meubel” antara lain :
      a.   Meja dan kursi TK,
      b.   Meja dan kursi SD,
      c.   Meja dan kursi SMP,
      d.   Meja dan kursi SMA,
      e.   Meja dan kursi untuk Perguruan Tinggi,
      f.   Kusen pintu dan jendela,
      g.   Meja dan kursi, serta perabot rumah tangga.
2.   Pemasaran Produk
    Usaha mebel milik Bapak Sarno yang bernama “Purwodadi Meubel” ini sangat berkembang. Pemasaran barang-barangnya sangat luas mulai dari Angkasa hingga ke Abepura meliputi sekolah-sekolah seperti TK, SD, SMP, dan SMA hingga Perguruan Tinggi. Dalam usaha mebel ini Bapak Sarno juga melakukan kerja sama dengan berbagai perkantoran besar di kota Jayapura terutama Dinas Pendidikan.
3.   Keuntungan
   Seiring berjalannya waktu usaha “Purwodadi Meubel” milik Bapak Sarno semakin berkembang dengan pesat dan produk yang dihasilkan semakin bervariasi sesuai dengan pesanan para konsumennya. Penghasilan yang didapatkan juga sangat besar. Tidak tanggung Bapak Sarno dapat mendapat keuntungan hingga Rp 15.000.000,00 per bulan dan bahkan bisa lebih.
--------------------------------------------------------------------------
BAB III
PENUTUP 

A.   Kesimpulan 
    Melalui pengamatan yang telah dilakukan, kami dapat mengetahui bagaimana sejarah berdiri dan berkembangnya usaha produksi “Purwodadi Meubel.
   Dengan hasil pengamatan langsung melalui wawancara dan dengan melakukan observasi dengan pemilik usaha “Purwodadi Meubel” yaitu Bapak Sarno dapat ditarik kesimpulan bahwa walapun usaha tersebut masih dikategorikan usaha kecil menengah namun dapat memperoleh keuntungan yang cukup besar, walaupun dahulunya hanya didirikan dengan modal tekad dan ketekunan.
   Usaha meubel ini dapat menjadi motivator bagi masyarakat bahwa dengan ketekunan dan kerja keras kita akan memperoleh hasil yang terbaik. Dengan modal kerja dan ketekunan Bapak Sarno dapat merauk keuntungan per bulan hingga Rp 15.000.000,00. 

B.   Saran
    Usaha meubel milik Bapak Sarno memang sudah sangat mantap dan maju, akan tetapi diperlukan dukungan untuk mempromosikan usaha ini dan juga diperlukan penambahan karyawan agar menjadi usaha yang lebih besar dan agar barang yang dihasilkan lebih menarik, bervariasi dan dapat menghasilkan barang dalam jumlah yang lebih banyak dengan waktu yang lebih cepat.
--------------------------------------------------------------------------
Catatan:
Ini adalah sebuah tulisan dari tugas membuat karya tulis ilmiah dari hasil penelitian terhadap sebuah usaha yang telah terbit sejak 15 Maret 2016 di catatanyuliasrini.wordpress.com karena blog tersebut sudah lama tidak dapat diakses. Saya ingin menampilkan kembali tulisan tersebut di blog ini. Tulisan yang masih sangat “biasa” bila dilihat saat ini karena dibuat oleh anak remaja kala itu. Seraya mengingat kembali telah banyak perubahan yang sudah dilewati.

.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

Minggu, 13 Maret 2016

Perpisahan Membuat Kita Bersatu

   Di sebuah desa di daerah Jawa, terdapat pasangan suami istri yang memiliki dua orang anak perempan yang bernama Sari dan Sarah. Pasangan suami istri ini sangat bingung karena setiap hari kakak beradik tersebut selalu bertengkar walaupun hanya masalah yang sepele.

Sari           : Sarah…!! (Berteriak) Mana tas aku? Kamu
                   ini pakai tas aku terus.
Sarah        : Pelit banget sih! Aku kan cuma pakai 
                   sebentar aja. Dasar pelit!
Sari           : Biarin itu kan tas aku.
Ibu            : Ada apa ini? Kenapa ribut sekali?
Sari           : Ini Bu, Sarah tukang pinjam tas aku. 
                   Padahal kan dia punya sendiri.
Sarah        : Aku cuma pinjam sebentar aja kok, 
                   dasar pelit.
Ibu            : Sudah-sudah kaliah ini ribut terus
                   kerjaannnya.

   Pasangan suami istri ini benar-benar pusing dan bingung, hingga pada suatu hari mereka bersepakat untuk memisahkan kedua putri mereka agar tidak terus bertengkar.

Ayah         : Sari, Sarah.
Sari           : Iya Ayah.
Sarah        : Ada apa Ayah?
Ibu            : Ibu dan Ayah telah bersepakat ingin
                   memisahkan kalian berdua agar kalian tidak
                   bertengkar terus. Jadi salah satu diantara
                   kalian harus ada yang tinggal 
                   bersama Paman.
Sari          : Oke! Aku setuju, Aku juga tidak betah
                   tinggal sama dia. (menunjuk Sarah)
Sarah        : Aku juga setuju, maaf ya kak seharusnya
                   aku yang bicara begitu.
Ayah         : Siapa yang yang mau tinggal 
                   bersama Paman?
Sarah        : Aku saja Ayah, kan aku yang lebih dekat
                   dengan Paman dan Bibi.
Sari           : Bagus deh! Sekarang aku bebas.

   Pada keesokan harinya Sarah pun pergi ke rumah Paman yang berada di Desa sebelah. Hari demi hari telah di lalui Sari hanya bersama kedua orang tuanya, suasana rumah berubah sangat sepi tanpa teriakan dari kakak beradik tesebut.

Sari          : Sepi ya sekarang…
Ibu           : Baguslah Ibu itu pusing dengar kalian
                   ribut terus.
Sari          : Sarah lagi ngapain ya Bu?
Ibu           : Entahlah Ibu juga tidak tahu.

   Saat di rumah Paman, Sarah juga merasakan hal yang sama karena Paman dan Bibinya tidak memiliki anak.

Sarah       : Paman, kak Sari lagi ngapain ya
                   sekarang?
Paman      : Kamu kangen sama kakakmu? 
                   (tanya Paman)
Sarah        : Iya Paman. Aku kangen sama kak Sari,
                   Ayah, dan Ibu.
Paman      : Bukannya kamu suka bertengkar 
                   sama kakakmu?
Sarah        : Iya memang Paman, tapi tidak tahu
                   kenapa tanpa kehadiran kak Sarah terasa
                   ada yang kurang dari hidupku.
Paman       : Kalau Sarah mau besok Paman akan
                   mengantar kamu pulang kerumah 
                   orang tuamu. Bagaimana Sarah?
Sarah        : Tidak Paman, nanti saja kalau liburan kita
                   bersama-sama pergi ke sana.

   Tidak terasa setahun sudah mereka berpisah. Sekarang libur telah tiba waktunya Sarah berkunjung kerumah Orang Tuanya.

Sari          : Kok Sarah tidak pulang sih? 
                   Padahal kan sudah waktu libur (berfikir)
Ibu           : Kamu kenapa Sari? Dari tadi kok
                   diam saja?
Sari          : Sarah kok tidak pulang ya Bu padahal
                   ini kan sudah waktu liburan?
Ibu           : Mungkin dia lagi membantu 
                   Paman dan Bibimu.
Sari          : Aku kangen sama Sarah Bu.

   Sari dan Ibunya terus berbincang tanpa di sadari Sarah pun datang.

Sarah       : Kakak…..!!! (berlari dan berteriak)
Sari          : Sarah…..!!! (berteriak)
Sarah       : Aku kangen sama kakak (memeluk Sari)
Sari          : Aku juga kangen sama kamu Sarah.
Sarah       : Aku kangen suara kakak. Di rumah Paman
                   tidak ada suara yang sekeras suara kakak.
Sari          : Aku juga kangen berkelahi 
                   sama kamu.
Sarah       : Kita jangan berpisah lagi ya kak?
Sari          : Iya, aku juga tidak mau berpisah lagi
                   dengan kamu!
Sarah       : Aku sayang sama kakak.
Sari          : Kakak juga adikku sayang.
Ibu           : Awas aja kalau kalian bekelahi lagi!
                   Ibu akan pisahin kalian lagi!
Sarah dan : Iya Bu, kami tidak akan berkelahi
Sari             lagi! (Kata keduanya)

Hikmah atau Amanat:
Terkadang hal yang tidak diinginkan akan membuat kita menjadi rindu, terutama hubungan antara kakak dan adik. Sejauh apapun mereka dipisahkan, tetap akan bersatu walau hanya dalam impian.
.
Catatan:
Ini adalah sebuah tulisan dari tugas membuat naskah drama yang telah terbit sejak 13 Maret 2016 di catatanyuliasrini.wordpress.com karena blog tersebut sudah lama tidak dapat diakses. Saya ingin menampilkan kembali tulisan tersebut di blog ini. Tulisan yang masih sangat “biasa” bila dilihat saat ini karena dibuat oleh anak remaja kala itu. Seraya mengingat kembali telah banyak perubahan yang sudah dilewati.

.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

MALAM

Malam mengajarkan banyak hal dalam  kehidupan. (i) Malam  yang mudah  berlalu. - Maknanya; Kesulitan hari ini akan terganti  bahagia   esok ...