Minggu, 03 Mei 2026

Menjadi Pendengar yang Baik, Sulit Kah?

Manusia perlu belajar etika dan simpati hidup dalam lingkup sosial. Berbagai respon yang cenderung membuat ketimpangan justru sering kali dianggap 'biasa'. Tanpa sadar justru memperkeruh keadaan.
  1. Membandingkan hidupnya (yang katanya) lebih parah dari orang lain. "Kamu sih masih mending ya, Aku bahkan lebih parah dari itu!."
  2. Selalu menyudutkan orang lain yang sedang menceritakan masalahnya. "Ya kan itu karena kamunya juga sih. Harusnya kamu gak lakuin itu."
  3. Selalu memotong pembicaraan saat orang lain berbicara. Tidak ingin merasa kalah dalam bercerita.
  4. Memberi masukan yang sejatinya tidak tepat untuk diucapkan pada saat tertentu. "Coba kalau kamu lakuinnya gak gitu, pasti oke banget."
Perilaku nirempati yang dibalut dalam rasa ingin tahu terhadap seseorang. Barangkali itu yang membuat banyak orang hanya memendam rasa perih dalam hati.

Karena saat mengurai dan mengutarakan dalam ucapan, hal tersebut tidak pernah mendapat tanggapan yang baik. Bahkan cenderung diabaikan.

Sedih, kecewa hingga tidak ingin bercerita kembali menjadi suatu dampak besar yang ada dalam hidup seseorang.

Yuk belajar lebih bijak.

Jika tidak mampu berkontribusi banyak, jadilah pendengar yang baik.  Jangan lukai hati orang yang hanya ingin bercerita sejenak.

Sulitkah menjadi pendengar yang baik?

Diam dan sesekali menenangkan. Bahkan itu sudah lebih dari cukup.

.
đź–‹rinibahagiaa.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menjadi Pendengar yang Baik, Sulit Kah?

Manusia perlu belajar etika dan simpati hidup  dalam lingkup sosial. Berbagai respon yang cenderung membuat ketimpangan justru sering kali d...